Sabtu, 13 Juni 2015
Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anaknya
Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anaknya dapat di gambarkan di bawah ini:
1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.
2. Ketika ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak ja’far. Ketika mereka dating, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.
3. “Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada beritayang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja’far dan kawan-kawanya?” Beliau menjawab, “Ya benar, mereka hari di timpa musibah.” Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, “janganlah kalian melupakan keluarga ja’far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja’far.”
4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.
5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”
6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan di putuskan anak yang sedang kencing, buarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.”
Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.
7. Ummu Kholid binti kho;id bin sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!
8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).”
9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .
10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah perna lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesa-gesahsampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma
11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.
Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.
12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, “Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang.”
13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.
14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya compang-camping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. “Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.l”
Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.
Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap di pelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat.
Konsep Pendidikan Dalam Islam
Konsep Pendidikan Dalam Islam
Pendidikan anak
merupakan kewajiban orang tua. Allah Ta'ala telah memerintahkan dalam Al-Quran,
begitupula Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam dalam haditsnya.
Firman Allah Ta'ala,
يا أيها الذين آمنوا
قوا أنفسكم وأهليكم ناراً وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون
الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون (سورة التحريم: 6)
"Hai orang-orang
yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan
bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar,
keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada
mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)
Imam Ath-Thabari
dalam tafsirnya tentang ayat ini berkata,
"Wahai orang
yang benar keimanannya terhadap Allah dan Rasul-Nya, 'Peliharalah diri kalian,'
Hendaklah satu sama lain saling mengajarkan sesuatu yang membuat kalian dapat
berlindung dan terhindar dari neraka, yaitu apabila mereka beramal dalam
ketaatan kepada Allah. Sedangkan firman-Nya 'Dan (lindungi) keluarga kalian
dari neraka.' Maksudnya adalah ajarkan keluarga kalian amal ketaatan kepada
Allah yang dapat melindungi mereka dari api neraka.
(Tafsir Ath-Thabari,
28/165)
Al-Qurthubi berkata,
"Muqatil
berkata, ini merupakan hak yang menjadi kewajiban terhadap dirinya, anaknya,
keluarganya dan budaknya. Ilkia berkata, 'Kita wajib mengajakan agama dan
kebaikan terhadap anak-anak kita, atau adab apa saja yang tidak dapat mereka
tinggalkan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala,
وأْمُر أهلك بالصلاة
واصطبر عليها (سورة طه: 132)
"Dan
perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam
mengerjakannya." (QS. Thaha: 132)
Atau juga sebagaimana
firman Allah Ta'ala kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
وأنذر عشيرتك الأقربين
(سورة الشعراء: 214)
"Dan berilah
peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat," (QS. Asy-Syuara: 214)
Juga terdapat dalam
hadits
مروهم بالصلاة وهم
أبناء سبع
"Perintahkan
mereka (anak-anak kalian) untuk melaksanakan shalat saat mereka berusia tujuh
tahun."
(Tafsir Al-Qurthubi,
18/196)
Seorang muslim,
siapapun dia, adalah orang yang mengajak kepada jalan Allah Ta'ala, maka
jadikanlah orang yang pertama mendapatkan dakwahnya adalah anak-anak dan
keluarganya, kemudian orang-orang berikutnya. Allah Ta'ala, saat menugaskan
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk berdakwah, Dia berfirman
kepadanya, "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,"
(QS. Asy-Syuara: 214), karena mereka adalah orang yang paling berhak
mendapatkan kebaikan dan kasih sayangnya.
وجعل الرسول صلى الله
عليه وسلم مسؤولية رعاية الأولاد على الوالدين وطالبهم بذلك :
Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam juga menjadikan perawatan anak sebagai tanggung
jawab orang tua dan menuntut mereka untuk itu.
Dari Abdullah bin
Umar, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
" كلكم راع وكلكم
مسئول عن رعيته الإمام راع ومسئول عن رعيته والرجل راع في أهله وهو مسئول عن رعيته
والمرأة راعية في بيت زوجها ومسئولة عن رعيتها والخادم راع في مال سيده ومسئول عن
رعيته قال وحسبت أن قد قال والرجل راع في مال أبيه ومسئول عن رعيته وكلكم راع
ومسئول عن رعيته " . رواه البخاري ( 853 ) ومسلم ( 1829 )
"Semua kalian
adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang orang-orang yang kalian pimpin.
Kepala negara adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya,
seorang bapak pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang yang
dipimpinnya. Seorang ibu pemimpin di rumah suaminya. Pembantu pemimpin terhadap
harta masjiannya dan akan ditanya akan kepemipinannya. Dan saya mengira telah
mengatakan, seseorang peminpin terhadap harta ayahnya dan akan ditanya terhadap
kepemimpinannya. Masing-masing kalian adalah pemimpin dan akan ditanya terhadap
kepemimpinannya" (HR. Bukhari, no. 853, Muslim, 1829)
Di antara kewajiban
anda menumbuhkan sejak dini kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta
mencintai ajaran Islam. Hendaknya anda kabarkan bahwa Allah memiliki neraka dan
surga. Neraka Allah sangat panas, bahan bakarnya dari manusia dan batu.
Berikut ini sebuah
kisah yang memiliki pelajaran;
Ibnu Al-Jauzi
berkata,
"Ada seorang
raja yang memiliki banyak harta. Dia memiliki anak tunggal wanita, tidak ada
lagi anak selainnya, karenanya dia sangat mencintainya dan sangat memanjakannya
dengan berbagai mainan. Hal tersebut berlangsung sekian lama. Suatu saat ada
seorang ahli ibadah yang bermalam di rumah sang raja. Maka di malam hari dia
membaca Al-Quran dengan suara keras, dia membaca, "Wahai orang beriman,
peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka, bahan bakarnya dari
manusia dan batu." Sang puteri mendengar bacaannya, lalu dia berkata
kepada para pembantunya, 'Hentikan dia.' Tapi para pembantunya tidak
menghentikannya sehingga orang tersebut terus mengulang-ulang bacanya. Maka dia
masukkan tangannya ke bajunya dan merobeknya. Lalu para pembantunya melaporkan
kejadian tersebut kepada sang bapak. Maka sang bapak menemuinya seraya berkata
dan memeluknya, "Apa yang engkau alami malam ini anakku sayang." Sang
anak berkata, "Aku bertanya kepadamu demi Allah wahai ayah, apakah Allah
Azza wa Jalla memiliki neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu?" Dia
berkata, "Ya," Maka sang anak berkata, "Apa yang menghalangimu
untuk memberitahu aku hal ini. Demi Allah, aku tidak akan memakan makanan lezat
dan tidur di tempat yang empuk sebelum aku mengetahui dimana tempatku, di surga
atau neraka."
(Shofwatu
Ash-Shafwah, 4/437-438)
Selayaknya anda
menjauhkan mereka dari tempat-tempat keburukan dan kelalaian. Jangan biarkan
mereka dididik dengan cara yang buruk, baik melalui televisi atau selainnya dan
kemudian anda mengharapkan kesalehannya. Orang yang menanam duri tidak akan
memanen anggur. Hendaknya pendidikan tersebut telah ditanam sejak kecil agar
mudah baginya ketika dia sudah besar untuk memerintah dan melarangnya, dan
mudah baginya untuk mentaati anda.
Dari Abdullah bin Amr
bin Ash radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallah alaihi wa sallam
bersabda, "Perintahkan anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka
berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka apabila berusia sepuluh tahun, lalu
pisahkan ranjang di antara mereka." (HR. Abu Daud, no. 495, dishahihkan
oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 5868)
Akan tetapi hendaknya
bagi pendidik untuk bersikap lembut dan santun, memudahkan dan akrab, tidak
berkata kasar, berlaku keras dan mendiskusikan dengan cara yang baik. Hindari
celaan dan caci maki hingga pukulan. Kecuali jika sang anak durhaka dan
menganggap remeh perintah bapaknya, meninggalkan perkara yang diwajibkan dan
melakukan perkara yang diharamkan. Ketika itu diutamakan bersikap namun tidak
sampai menimbulkan bahaya.
Al-Manawi berkata,
"Seseorang yang
mendidik anaknya ketika dia berusia balig dan telah berakal dengan pendidikan
yang dapat mengantarkannya pada akhlak orang-orang saleh dan melindunginya agar
tidak bergaul dengan orang-orang rusak, kemudian mengajarkannya Al-Quran, adab,
bahasa Arab, kemudian dia memperdengarkan sang anak kisah-kisah dan ucapan para
salaf, lalu mengajarkannya ajaran agama yang tidak boleh ditinggalkan, kemudian
dia mengancam memukulnya apabila sang anak tidak shalat, semua itu lebih baik
baginya daripada dia bersadaqah satu sha'. Karena jika dia mendidiknya, maka
perbuatannya termasuk shadaqah jariyah, sementara sadaqah satu sha', pahalanya
akan terputus. Sementara yang pertama tetap terus mengalir selama sang anak
masih ada. Dan adab adalah makanan jiwa dan pendidikannya untuk akhirat kelak
‘Jagalah diri kamu semua dan keluargamu dari api neraka.’ SQ. At-Tahrim: 6.
Penjagaan anda dan
anak anda diantaranya dengan menashati dan mengingatkan api neraka. Meluruskan
adabnya dengan berbagai macam pendidikan. Diantara adanya adalah memberi
nasehat, hukuman, ancaman, pukulan, menyendirikan, memberikan pemberian, hadian
dan kebaikan. Sehingga pendidikan jiwa agar menjadi (jiwa) yang bersih dan
mulia bukan mendidik jiwa yang tidak disuka lagi tercela. ‘Faidul Qadir,
5/257.’
Pukulan hanyalah
sarana agar anak istiqamah, dia bukan merupakan tujuan, akan tetapi hanya
digunakan jika sang anak terus menerus membandel dan menentangnya.
Syariat telah
menetapkan peraturan sanksi dalam Islam, dan hal itu banyak dalam Islam,
seperti hukum zina, mencuri, menuduh berzina (tanpa bukti) dan sebagainya.
Semuanya itu disyariatkan agar manusia istiqamah dan menghindari perbuatan
buruk.
Dalam hal inilah
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpesan untuk mengajarkan seorang
bapak agar anak menurutinya.
Dari Ibnu Abbas, dari
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
" علقوا السوط
حيث يراه أهل البيت ، فإنه أدب لهم " . رواه الطبراني ( 10 / 248 ) . والحديث
: حسّن إسنادَه الهيثمي في " مجمع الزوائد " ( 8 / 106 ) .
"Gantungkan
pecut di tempat yang dapat dilihat keluarga, karena itu merupakan pendidik bagi
mereka." (HR. Thabrani, 10/248)
Hadits ini dinyatakan
hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma Zawaid (8/106) Al-Albany menyatakan dalam
shahih Al-Jami, no. 4022, hadits ini hasan.
Pendidikan anak
hendaknya berimbang antara anjuran dan peringatan. Yang lebih penting dari itu
semua adalah memperbaiki lingkungan tempat anak tinggal dengan mewujudkan
sebab-sebab hidayah bagi mereka, yaitu dengan komitmennya pendidik dan pengasuh
mereka yang tak lain adalah kedua orang tua mereka.
Diantara metoda
sukses para pendidik dalam mendidik anaknya adalah dengan mempergunakan alat
rekaman untuk mendengarkan nasehat, kaset Al-Qur’an, khutbah, pelajaran para
ulama’ dimana hal banyak sekali.
Adapun buku-buku yang
anda tanyakan untuk dijadikan referensi dalam mendidik anak, maka kami
rekomendasikan beberapa buku berikut;
1-
Tarbiyatul Athfal Fi Rihabil Islam (Pendidikan Anak Dalam Islam), karangan
Muhammad Nashir dan Khaulah Abdul Qadir Darwisy.
2-
Kaifa Yurabbi Al-Muslim Waladahu (Bagaimana Seorang Muslim Mendidik Anaknya),
karangan Muhammad Said Al-Maulawi)
3-
Tabiyaul Abna Fil Islam (Pendidikan Anak Dalam Islam), karangan Muhamad Jamil
Zainu.
4-
Kaifa Nurabbi Athfaalana (Bagaimana Kita Mendidik Anak-anak Kita), karangan
Mahmud Mahdi Al-Istambuli.
Wallahua'lam.
Nama-Nama Surga Dan Neraka
SURGA
1. Surga Firdaus Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:
"sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah 'surga firdaus menjadi tempat tinggal".
Juga penegasanya dalam Al Qur'an, surat Al Mu'minuun, ayat 9-11.
"Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi yaitu mereka kekal di dalamnya".
2. Surga Adn Surga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.
"Yakni surga 'Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah merupakan balasan bagi orang yang dalam keadan bersih saat didunianya dari berbagai dosa ".
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :
"Yaitu surga'Adn yang pintu - pintunya terbuka bagi mereka".
3. Surga Na'iim Dalam Al Qur'an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :
" Maka orang - orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
"Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan".
4. Surga Ma'wa Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:
"Adapun orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan".
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi'aat, ayat 41:
"Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggalnya".
5. Surga Darussalam Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :
"Dan allah meriyeru manusia ke Darussalam yakni surga, dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus".
6. Surga Daarul Muqoomah Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 34-35:
"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus rasa duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal surga dan karunia-nya".
7. Surga maqoomul Amiin Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51:
"sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman )surga(".
8. Surga Khuldi Di dalam Al Qur'an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
"Katakanlah : "Apa siksa yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka".
NERAKA
1. Huthamah Nama ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Humazah 104 ayat 4-5. didalamya ditempati orang-orang yahudi.
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
2. Hawiyah Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori'ah 101 ayat 9-10.
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? didalamnya ditempati orang-orang munafik dan orang-orang kafir.
3. Jahannam Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr 15 ayat 43.
Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka pengikut-pengikut syaitan semuanya.
4. Jahim Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa 26 ayat 91.
"dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", didalamnya ditempati orang- orang musyrik.
5. Saqar Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir )26( ayat 26-27,
"Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Saqar.Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu?"
Al-Quran Surat Al-Muddatstsir 26 ayat 42
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.
6. Sa'ir Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Mulk 67 ayat 10,11 dan lain-lain. Dan mereka berkata:
"Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
Di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.
7. Wail Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
1. Surga Firdaus Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:
"sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah 'surga firdaus menjadi tempat tinggal".
Juga penegasanya dalam Al Qur'an, surat Al Mu'minuun, ayat 9-11.
"Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi yaitu mereka kekal di dalamnya".
2. Surga Adn Surga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.
"Yakni surga 'Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah merupakan balasan bagi orang yang dalam keadan bersih saat didunianya dari berbagai dosa ".
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :
"Yaitu surga'Adn yang pintu - pintunya terbuka bagi mereka".
3. Surga Na'iim Dalam Al Qur'an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :
" Maka orang - orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
"Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan".
4. Surga Ma'wa Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:
"Adapun orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan".
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi'aat, ayat 41:
"Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggalnya".
5. Surga Darussalam Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :
"Dan allah meriyeru manusia ke Darussalam yakni surga, dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus".
6. Surga Daarul Muqoomah Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 34-35:
"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus rasa duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal surga dan karunia-nya".
7. Surga maqoomul Amiin Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51:
"sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman )surga(".
8. Surga Khuldi Di dalam Al Qur'an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
"Katakanlah : "Apa siksa yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka".
NERAKA
1. Huthamah Nama ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Humazah 104 ayat 4-5. didalamya ditempati orang-orang yahudi.
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
2. Hawiyah Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori'ah 101 ayat 9-10.
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? didalamnya ditempati orang-orang munafik dan orang-orang kafir.
3. Jahannam Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr 15 ayat 43.
Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka pengikut-pengikut syaitan semuanya.
4. Jahim Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa 26 ayat 91.
"dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", didalamnya ditempati orang- orang musyrik.
5. Saqar Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir )26( ayat 26-27,
"Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Saqar.Tahukah kamu apakah neraka Saqar itu?"
Al-Quran Surat Al-Muddatstsir 26 ayat 42
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.
6. Sa'ir Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Mulk 67 ayat 10,11 dan lain-lain. Dan mereka berkata:
"Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan peringatan itu niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".
Di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.
7. Wail Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3. Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
Keutamaan Bulan Ramadhan dan Puasa Ramadhan
Keutamaan Bulan Ramadhan dan Puasa Ramadhan
Keutamaan Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah ta’ala berfirman,
شَهْرُ
رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ
وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ
الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)
Ibnu Katsir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan,”(Dalam ayat ini) Allah ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ‘alaihimus salam.” (Tafsirul Qur’anil Adzim, I/501, Darut Thoybah)
Setan-setan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan Tiba
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,”Pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini karena banyaknya amal saleh dikerjakan sekaligus untuk memotivasi umat islam untuk melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang yang beriman. Setan-setan diikat kemudian dibelenggu, tidak dibiarkan lepas seperti di bulan selain Ramadhan.” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 4, Wazarotul Suunil Islamiyyah)
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّا
أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ
الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr [97] : 1-3)
Dan Allah ta’ala juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3)
Ibnu Abbas, Qotadah dan Mujahid mengatakan bahwa malam yang diberkahi tersebut adalah malam lailatul qadar. (Lihat Ruhul Ma’ani, 18/423, Syihabuddin Al Alusi)
Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Doa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ
,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar sebagaimana dalam Mujma’ul Zawaid dan Al Haytsami mengatakan periwayatnya tsiqoh/terpercaya. Lihat Jami’ul Ahadits, Imam Suyuthi)
Keutamaan Puasa
1. Puasa adalah Perisai
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’)
2. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pahala yang Tak Terhingga
3. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Dua Kebahagiaan
4. Bau Mulut Orang yang Bepuasa Lebih Harum di Hadapan Allah daripada Bau Misik/Kasturi
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ
اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ
لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ . وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ
يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ
سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ .
وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ
عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ
يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ
بِصَوْمِهِ
“Allah berfirman,’Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah,’Saya sedang berpuasa’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’. “ (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Puasa akan Memberikan Syafaat bagi Orang yang Menjalankannya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصِّيَامُ
وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ
الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ
فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ
بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat nanti. Puasa akan berkata,’Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan dan nafsu syahwat, karenanya perkenankan aku untuk memberikan syafaat kepadanya’. Dan Al-Qur’an pula berkata,’Saya telah melarangnya dari tidur pada malam hari, karenanya perkenankan aku untuk memberi syafaat kepadanya.’ Beliau bersabda, ‘Maka syafaat keduanya diperkenankan.’” (HR. Ahmad, Hakim, Thabrani, periwayatnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Al Haytsami dalam Mujma’ul Zawaid)
6. Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pengampunan Dosa
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Bagi Orang yang Berpuasa akan Disediakan Ar Rayyan
Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ
الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ
غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ
مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ
مِنْهُ أَحَدٌ
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga pembahasan di atas dapat mendorong kita agar lebih bersemangat untuk mendapatkan keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan dengan cara menghiasi hari-hari di bulan yang penuh berkah tersebut dengan amal saleh yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya yang mulia.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.v
Sabtu, 14 Maret 2015
SEJARAH TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
SEJARAH TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
Kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada Tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal oleh para peneliti. Bahkan perjalanan ke Ujung Kulon ini sempat masuk di dalam jurnal ilimiah beberapa tahun kemudian. Tidak banyak catatan mengenai Ujung Kulon sampai meletusnya gunung krakatau pada tahun 1883. Namun kemudian kedahsyatan letusan Krakatau yang menghasilkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 15 meter, telah memporak-porandakan tidak hanya pemukiman penduduk di Ujung Kulon, tetapi satwaliar dan vegetasi yang ada. Meskipun letusan Krakatau telah menyapu bersih kawasan Ujung Kulon, akan tetapi beberapa tahun kemudian diketahui bahwa ekosistem-vegetasi dan satwaliar di Ujung Kulon tumbuh baik dengan cepat.
Perkembangannya kemudian, beberapa areal berhutan ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, secara berurutan yaitu sebagai berikut:
Tahun 1921, berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan The Netherlands Indies Society for The Protectin of Nature, Semenanjung Ujung Kulon dan P. Panaitan ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai Kawasan Suaka Alam melalui SK Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 60 Tanggal 16 Nofember 1921.
Tahun 1937, Besluit Van Der Gouverneur – General Van Nederlandch – Indie dengan keputusan Nomor : 17 Tanggal 24 Juni 1937 menetapkan status kawasan Suaka Alam tersebut kemudian diubah menjadi Kawasan Suaka Margasatwa dengan memasukkan P. Peucang dan P. Panaitan.
Tahun 1958, berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor : 48/Um/1958 Tanggal 17 April 1958 Kawasan Ujung Kulon berubah status kembali menjadi Kawasan Suaka Alam dengan memasukkan kawasan perairan laut selebar 500 meter dari batas air laut surut terendah.
Tahun 1967, melalui SK Menteri Pertanian Nomor : 16/Kpts/Um/3/1967 Tanggal 16 Maret 1967 Kawasan G. Honje Selatan seluas 10.000 Ha yang bergandengan dengan bagian Timur Semenanjung Ujung Kulon ditetapkan menjadi Cagar Alam Ujung Kulon.
Tahun 1979, melalui SK Menteri Pertanian Nomor : 39/Kpts/Um/1979 Tanggal 11 Januari 1979 Kawasan G. Honje Utara seluas 9.498 Ha dimasukkan ke dalam wilayah Cagar Alam Ujung Kulon.
Tahun 1992, melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 284/Kpts-II/1992 Tanggal 26 Februari 1992, Ujung Kulon ditunjuk sebagai Taman Nasional Ujung Kulon dengan luas total 122.956 Ha terdiri dari kawasan darat 78.619 Ha dan perairan 44.337 Ha.
Dalam hal penegasan batas-batas hutan negara, perkembangan penataan batasnya adalah sebagai berikut:
Tahun 1980, dilaksanakan Tata Batas di Cagar Alam G. Honje, Berita Acara Tata Batas pada Tanggal 26 Maret 1980, dan disyahkan Tanggal 2 Februari 1982 oleh Menteri Pertanian.
Tahun 1995:
- Dilaksanakan Rekonstruksi Batas Taman Nasional Ujung Kulon wilayah G. Honje oleh Badan Planologi Kehutanan.
- Badan Planologi Kehutanan, Taman Nasional Ujung Kulon bekerjasama dengan Pemerintah New Zealand melaksanakan pemasangan sebanyak 6 ( enam ) yang terdiri dari 1 ( satu ) unit Rambu suar, dan 5 (lima) unit pelampung sebagai batas perairan laut.
- Badan Planologi Kehutanan melaksanakan pemasangan rambu suar kuning di Tj. Alang – alang dan pemancangan titik referensi di Tj. Sodong, Tj. Layar, Tj. Alang – alang, Tj. parat dan Tj. Cina.
- Badan Planologi Kehutanan melaksanakan pengukuran batas alam pantai Semenanjung Ujung Kulon.
- Sesuai SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 758/Kpts-II/1999 Tanggal 23 September 1999 menetapkan Kawasan Perairan Taman Nasional Ujung Kulon seluas 44.337 Ha sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan.
Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai kawasan yang dilindungi berdasarkan Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Undang-undang No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan, telah mendapat pengakuan sebagai kawasan yang penting dan dibanggakan secara nasional dan internasional, antara lain:
Tahun 1992, Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site dengan Surat Keputusan Nomor: SC/Eco/5867.2.409 Tanggal 1 Februari 1992.
Sebagai Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup (dalam Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional).
Sebagai Taman Nasional Model berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK 69/IV-Set/HO/2006 tanggal 3 Mei 2006 Tentang Penunjukan 20 (Dua Puluh) Taman Nasional Sebagai Taman Nasional Model.
INDAHNYA INDONESIA: SURGANYA PANTAI DI INDONESIA
SURGANYA INDONESIA
Pulau Adonara, suatu tempat wisata yang belum terjamah di NTT. Pantai berpasir putih dan senyum ramah penduduk Adonara, melengkapi kecantikan pulau yang berada di sebelah timur Pulau Flores itu.
Untuk dapat menuju ke Adonara, kita harus terlebih dulu transit di Kupang ataupun Maumere. Jika waktu menjadi salah satu pertimbangan, agan dapat langsung melakukan perjalanan menggunakan penerbangan pesawat Transnusa ataupun Susi Air yang terbang langsung dari Kupang ke Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur.

2. Pantai Liman NTT
Pantai Liman adalah sebuah pantai yang berada di selatan Pulau Semang, Kabupaten Kupang, NTT. Pantai ini begitu memukau. Betapa tidak, pantai yang tergolong belum terjamah ini, memiliki hamparan pasir putih kemerahan.
Turis bisa mencapainya dengan kapal dari Pelabuhan Tenau dengan harga yang cukup terjangkau. Hanya dengan Rp 10.000, Anda sudah bisa pulau ini dengan waktu tempuh 30 menit. Sedangkan, dari Pelabuhan Semau sampai Pantai Liman bisa dijangkau dengan motor selama 1 jam. Ini karena kondisi jalan yang berpasir dan berdebu.

3. Pantai Pasih Uug Bali
Pasih Uug merupakan kawasan wisata yang sangat unik. Dari namanya saja ‘Pasih Uug’ (Bahasa Bali) diartikan sebagai pantai yang rusak. Meskipun diartikan demikian, kawasan wisata ini justru menjadi kawasan wisata yang benar-benar unik.
Pasih Uug mungkin tidak jauh berbeda seperti Kawasan wisata Uluwatu yang ada di Pulau Bali. Hanya saja, di Pasih Uug tidak ada objek wisata seperti pura ataupun kera. Namun, Pemandangan di Pasih Uug ini tidak kalah indahnya dengan Uluwatu. Selain itu, Pasih Uug jauh lebih tenang dan nyaman karena letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk.

4. Pantai Sawarna Banten
Bagi agan yang tinggal di Jakarta, tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pantai nan elok. Karena cukup ke Lebak, Banten, tersaji Pantai Sawarna yang memiliki pemandangan yang tak kalah indah dengan pantai-pantai terkenal di Indonesia.
Pantai ini menyajikan hamparan pasir putih sepanjang pantai yang masih sangat bersih sekali dan tampak “perawan”. Air lautnya yang biru jernih benar-benar cocok untuk menjadikan tempat ini wisata impian agan.
Belum lagi menikmati deruan ombak yang menghantam bebatuan besar di Tanjung Layar. Jangan lupa siapkan kamera digital yang siap menangkap momen-momen spesial di sana.
Pantai Sawarna hanya berjarak sekitar 200 km dari kota Jakarta dan dapat ditempuh melalui 2 jalur, yaitu melalui Rangkasbitung atau Pelabuhan Ratu.

5. Pantai Gondang Lombok Utara
Dari sekian banyak pantai di Lombok, rupanya masih ada yang sepi dan tak kalah cantik. Inilah Pantai Gondang yang ada di Lombok Utara.
Perjalanan dari Mataram menuju Pantai Gondang bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam, dengan kecepatan mobil rata-rata 60 km/jam. Sepanjang jalan, agan bisa melihat pemandangan indah sawah-sawah milik petani yang sebagian sedang dipanen. Lalu, Anda dapat melihat monyet-monyet kecil saat memasuki Puncak Pusuk. Di sana hawa sejuk mulai terasa dan banyak monyet-monyet kecil berbaris di sisi jalan. Mereka menunggu wisatawan yang melemparkan makanan kecil.
INDAHNYA INDONESIA: NDAHNYA RAJA AMPAT
INDAHNYA INDONESIA: NDAHNYA RAJA AMPAT


Kepulauan Raja Ampat merupakan sekelompok pulau yang terletak di sebelah barat bagian Kepala Burung Pulau Papua. Raja ampat yang menurut mitos masyarakat setempat berasal dari kata “Empat Raja” ini terdiri dari gugusan pulau-pulau besar dan kecil. Dan hanya terdapat empat pulau besar disana, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Misool. Kepulauan Raja Ampat dikelilingi oleh laut yang di dalamnya bermukim beragam jenis flora dan fauna laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 jenis ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari kumpulan terumbu karang dan biota laut terbanyak dan terlengkap di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, sekitar 75% spesies laut di seluruh dunia tinggal di pulau ini. Keragaman biota lautnya ini bak menjadi hiasan bagi laut Raja Ampat, sehingga membuatnya terlihat sangat menakjubkan.
Sementara di atas pulau-pulaunya, terdapat rangkaian batu kapur berwarna-warni, pegunungan, hutan tropis yang lebat, pantai berpasir putih, spesies tumbuhan langka, dan aneka ragam kehidupan satwanya. Elemen-elemen ini pun ikut andil dalam menyusun rangkaian keindahan alam Raja Ampat, sehingga membuatnya semakin terlihat megah mempesona.
Sementara, tempat-tempat yang katanya sangat menarik untuk dikunjungi disana, diantaranya adalah:
- Pulau Wayag Saya ingin mengunjungi pulau ini karena katanya disini terdapat pulau karang yang diatasnya ditumbuhi pepohonan yang rimbun, sehingga saat melihat dari atas kapal, laut terlihat berwarna kehijauan. Air laut yang jernih membuat kita dapat melihat biota laut secara langsung.
- Pulau Waiwo Nah, di pulau ini katanya kita bisa berenang, menyelam, atau hanya sekedar melakukan snorkeling untuk melihat keindahan biota lautnya di dalam air yang jernih. Ikan-ikan kecil dengan beraneka macam warna tampil menggemaskan untuk disentuh. Kita diperbolehkan menyentuh ikan tetapi terdapat larangan untuk menangkapnya. Disamping lautnya yang indah, pulau ini juga penuh dengan pepohonan rimbun yang menyejukkan mata.
- Pulau Karang Di pulau ini, katanya kita akan melakukan aktivitas mendaki gunung. Kita akan melewati jalan yang curam, bahkan sampai kemiringan 90 derajat, sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai puncaknya. Dari ketinggian puncak Pulau Karang, kita dapat melihat keseluruhan pulau-pulau hijau yang diselingi birunya air laut.
- Kepulauan Gam Disini katanya kita dapat menikmati keindahan fauna khas Papua, yaitu burung cendrawasih. Ada 4 jenis burung cendrawasih yang ada disini, yaitu cendrawasih merah, cendrawasih besar, cendrawasih kecil, dan cendrawasih belah rotan. Atraksi burung cendrawasih menari dapat dinikmati disini. Dari dalam rumah-rumah kayu yang disediakan khusus, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana burung cendrawasih jantan memperlihatkan bulu-bulu cantiknya agar dapat menarik perhatian cendrawasih betina.
- Pulau Arborek Nah, di desa Arborek yang terletak di Pulau Arborek ini, kita bisa membeli cindera mata. Berbagai oleh-oleh dari daun pandan hutan telah dikreasikan oleh masyarakat setempat menjadi kayafyof (topi), noken (tas) besar, noken untuk ponsel, dan hasil kreasi lainnya.
- Kalawai atau penikam
- Membuat kerambah dari kayu, yang dibuat melingkar atau memanjang, dengan berliku-liku dan dirancang seperti tempat yang senang di datangi oleh ikan-ikan. Sehingga ketika ikan telah berada di dalam kerambah pada saat air pasang, ikan-ikan tersebut tidak dapat keluar ketika air surut. Kemudian ikan-ikan ini ditangkap oleh para nelayan dengan serok atau tangguk yang dibuat dari jaring/ jala yang telah di jahit.
- Molo atau menyelam dengan alat senapan yang dirancang kusus untuk menembak ikan yang dibuat dari kayu dan kawat sebagai penikam yang dapat dilontarkan dari senapan. Para pemolo ini di lengkapi dengan kaca molo atau kaca selam untuk melindungi mata.
- Bacigi, yaitu memancing dengan kail tanpa umpan. Hal ini dilakukan pada ikan yang berkumpul dalam jumlah besar dan padat mulai dari pertengahan laut sampai di permukaan kulit air sehingga mudah di kait dengan kail kosong.
- Menangkap ikan pada malam hari hanya menggunakan lampu gas (petromaks), untuk mengajak ikan dalam jumlah besar ke tepi pantai lalu di timba dengan serok atau tangguk yang dibuat dari jala atau jaring.
- Menangkap ikan menggunakan perahu dayung dan alat pancing seperti tali pancing atau nelon, kail dan timah sebagai pemberat untuk memancing ikan di dasar laut.
- Dengan cara tunda untuk jenis ikan tuna/cakalang dan tengiri, yaitu dengan menggunakan umpan dari tali rafia yang di haluskan dan dipasang di kail.
Kearifan lokal Raja Ampat
Wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat kabarnya tidak hanya di suguhkan oleh keindahan bawah lautnya saja, namun juga wisata budaya dan kearifan lokalnya yang unik, inilah yang membuat kemegahan Raja Ampat semakin sempurna.
Sejak dahulu masyarakat kepulauaan Raja Ampat menangkap ikan dengan teknologi tradisional seperti:
Kebudayaan lokal Raja Ampat
Dunia mungkin sudah mengetahui keindahan Raja Ampat, namun sedikit sekali yang tahu bagaimana masyarakat setempat menjaga pesona tersebut. Bukan dengan alat modern, tetapi kebudayaan.
Bagi masyarakat kepulauan Raja Ampat, laut adalah jantung kehidupan. Kenapa disebut jantung kehidupan? Karena masyarakat Kepulauan Raja Ampat mayoritas memanfaatkan laut sebagai mata pencaharian atau tempat untuk menghidupi kehidupannya, meskipun ada juga yang berkebun dan berburu. Menurut mereka laut dan hutan adalah sandaran kehidupan. Kesadaran pentingnya air dan tanah itulah yang mendorong warga menciptakan sistem budaya untuk menjaga dan melestarikan alam di sekelilingnya. Sistem budaya itu bernama “Sasi” dan “Rajaha”.
Budaya Sasi dikenal sebagai suatu aturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama yang kemudian dinasar dan dibuat larangan yang berlaku terhadap seluruh penduduk kampung selama jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Setelah batas waktu yang di tentukan selesai barulah di buat musyawarah bersama untuk memutuskan apakah hasil laut yang tadinya telah di sasi boleh di panen atau di tangkap oleh masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar populasi jenis ikan, kerang, udang dan teripang dapat berkembang biak dengan jumlah yang besar sehingga tetap terjaga dan tidak punah.
Langganan:
Komentar (Atom)