Sabtu, 14 Maret 2015

SEJARAH TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

 SEJARAH TAMAN NASIONAL UJUNG KULON
 Hasil gambar untuk BADAK UJUNG KULON
Kawasan Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli Botani Jerman, F. Junghun pada Tahun 1846, ketika sedang mengumpulkan tumbuhan tropis. Pada masa itu kekayaan flora dan fauna Ujung Kulon sudah mulai dikenal oleh para peneliti. Bahkan perjalanan ke Ujung Kulon ini sempat masuk di dalam jurnal ilimiah beberapa tahun kemudian. Tidak banyak catatan mengenai Ujung Kulon sampai meletusnya gunung krakatau pada tahun 1883. Namun kemudian kedahsyatan letusan Krakatau yang menghasilkan gelombang tsunami setinggi kurang lebih 15 meter, telah memporak-porandakan tidak hanya pemukiman penduduk di Ujung Kulon, tetapi satwaliar dan vegetasi yang ada. Meskipun letusan Krakatau telah menyapu bersih kawasan Ujung Kulon, akan tetapi beberapa tahun kemudian diketahui bahwa ekosistem-vegetasi dan satwaliar di Ujung Kulon tumbuh baik dengan cepat.
Perkembangannya kemudian, beberapa areal berhutan ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi, secara berurutan yaitu sebagai berikut:
Tahun 1921, berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan The Netherlands Indies Society for The Protectin of Nature, Semenanjung Ujung Kulon dan P. Panaitan ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai Kawasan Suaka Alam melalui SK Pemerintah Hindia Belanda Nomor : 60  Tanggal 16 Nofember 1921.
Tahun 1937, Besluit Van Der Gouverneur – General Van Nederlandch – Indie dengan keputusan  Nomor : 17 Tanggal 24 Juni 1937 menetapkan status kawasan Suaka Alam tersebut kemudian diubah menjadi Kawasan Suaka Margasatwa dengan memasukkan P. Peucang dan P. Panaitan.

Tahun 1958
, berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor : 48/Um/1958 Tanggal 17 April 1958 Kawasan Ujung Kulon berubah status kembali menjadi Kawasan Suaka Alam dengan memasukkan kawasan perairan laut selebar 500 meter dari batas air laut surut terendah.

Tahun 1967
, melalui SK Menteri Pertanian Nomor : 16/Kpts/Um/3/1967 Tanggal 16 Maret 1967 Kawasan G. Honje Selatan seluas 10.000 Ha yang bergandengan dengan bagian Timur Semenanjung Ujung Kulon ditetapkan menjadi Cagar Alam Ujung Kulon.
Tahun 1979, melalui SK Menteri Pertanian Nomor : 39/Kpts/Um/1979 Tanggal 11 Januari 1979 Kawasan G. Honje Utara seluas 9.498 Ha dimasukkan ke dalam wilayah Cagar Alam Ujung Kulon.
Tahun 1992, melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 284/Kpts-II/1992 Tanggal 26 Februari 1992, Ujung Kulon ditunjuk sebagai Taman Nasional Ujung Kulon dengan luas total 122.956 Ha terdiri dari kawasan darat 78.619 Ha dan perairan 44.337 Ha.
Dalam hal penegasan batas-batas hutan negara, perkembangan penataan batasnya adalah sebagai berikut:
Tahun 1980, dilaksanakan Tata Batas di Cagar Alam G. Honje, Berita Acara Tata Batas  pada Tanggal 26 Maret 1980, dan disyahkan Tanggal 2 Februari 1982 oleh Menteri Pertanian.

Tahun 1995
:
  1. Dilaksanakan Rekonstruksi Batas Taman Nasional Ujung Kulon wilayah G. Honje oleh Badan Planologi Kehutanan.
  2. Badan Planologi Kehutanan, Taman Nasional Ujung Kulon bekerjasama dengan Pemerintah New Zealand melaksanakan pemasangan sebanyak 6 ( enam ) yang terdiri dari 1 ( satu ) unit Rambu suar, dan 5 (lima) unit pelampung sebagai batas perairan laut.
Tahun 1999:
  1. Badan Planologi Kehutanan melaksanakan pemasangan rambu suar kuning di Tj. Alang – alang dan pemancangan titik referensi di Tj. Sodong, Tj. Layar, Tj. Alang – alang, Tj. parat dan Tj. Cina.
  2. Badan Planologi Kehutanan melaksanakan pengukuran batas alam pantai Semenanjung Ujung Kulon.
  3. Sesuai SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 758/Kpts-II/1999 Tanggal 23 September 1999 menetapkan Kawasan Perairan Taman Nasional Ujung Kulon seluas 44.337 Ha sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan.
Tahun 2004, Balai Pemantapan Kawasan Hutan ( BPKH ) Wilayah XI Jawa – Madura melaksanakan Rekonstruksi Batas Taman Nasional Ujung Kulon di daerah Gunung Honje.
Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai kawasan yang dilindungi berdasarkan Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Undang-undang No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan, telah mendapat pengakuan sebagai kawasan yang penting dan dibanggakan secara nasional dan internasional, antara lain:
Tahun 1992, Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site dengan Surat Keputusan Nomor: SC/Eco/5867.2.409 Tanggal 1 Februari 1992.
Sebagai Kawasan Strategis Nasional dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup (dalam Peraturan Pemerintah No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional).
Sebagai Taman Nasional Model berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Nomor SK 69/IV-Set/HO/2006 tanggal 3 Mei 2006 Tentang Penunjukan 20 (Dua Puluh) Taman Nasional Sebagai Taman Nasional Model.

INDAHNYA INDONESIA: SURGANYA PANTAI DI INDONESIA














 
 SURGANYA INDONESIA

 1. Pantai Adonara NTT
 Pulau Adonara, suatu tempat wisata yang belum terjamah di NTT. Pantai berpasir putih dan senyum ramah penduduk Adonara, melengkapi kecantikan pulau yang berada di sebelah timur Pulau Flores itu.
Untuk dapat menuju ke Adonara, kita harus terlebih dulu transit di Kupang ataupun Maumere. Jika waktu menjadi salah satu pertimbangan, agan dapat langsung melakukan perjalanan menggunakan penerbangan pesawat Transnusa ataupun Susi Air yang terbang langsung dari Kupang ke Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur.


 2. Pantai Liman NTT
Pantai Liman adalah sebuah pantai yang berada di selatan Pulau Semang, Kabupaten Kupang, NTT. Pantai ini begitu memukau. Betapa tidak, pantai yang tergolong belum terjamah ini, memiliki hamparan pasir putih kemerahan.
Turis bisa mencapainya dengan kapal dari Pelabuhan Tenau dengan harga yang cukup terjangkau. Hanya dengan Rp 10.000, Anda sudah bisa pulau ini dengan waktu tempuh 30 menit. Sedangkan, dari Pelabuhan Semau sampai Pantai Liman bisa dijangkau dengan motor selama 1 jam. Ini karena kondisi jalan yang berpasir dan berdebu.


 3. Pantai Pasih Uug Bali
Pasih Uug merupakan kawasan wisata yang sangat unik. Dari namanya saja ‘Pasih Uug’ (Bahasa Bali) diartikan sebagai pantai yang rusak. Meskipun diartikan demikian, kawasan wisata ini justru menjadi kawasan wisata yang benar-benar unik.
Pasih Uug mungkin tidak jauh berbeda seperti Kawasan wisata Uluwatu yang ada di Pulau Bali. Hanya saja, di Pasih Uug tidak ada objek wisata seperti pura ataupun kera. Namun, Pemandangan di Pasih Uug ini tidak kalah indahnya dengan Uluwatu. Selain itu, Pasih Uug jauh lebih tenang dan nyaman karena letaknya yang jauh dari pemukiman penduduk.



 4. Pantai Sawarna Banten
Bagi agan yang tinggal di Jakarta, tidak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pantai nan elok. Karena cukup ke Lebak, Banten, tersaji Pantai Sawarna yang memiliki pemandangan yang tak kalah indah dengan pantai-pantai terkenal di Indonesia.
Pantai ini menyajikan hamparan pasir putih sepanjang pantai yang masih sangat bersih sekali dan tampak “perawan”. Air lautnya yang biru jernih benar-benar cocok untuk menjadikan tempat ini wisata impian agan.
Belum lagi menikmati deruan ombak yang menghantam bebatuan besar di Tanjung Layar. Jangan lupa siapkan kamera digital yang siap menangkap momen-momen spesial di sana.
Pantai Sawarna hanya berjarak sekitar 200 km dari kota Jakarta dan dapat ditempuh melalui 2 jalur, yaitu melalui Rangkasbitung atau Pelabuhan Ratu.


 5. Pantai Gondang Lombok Utara
Dari sekian banyak pantai di Lombok, rupanya masih ada yang sepi dan tak kalah cantik. Inilah Pantai Gondang yang ada di Lombok Utara.
Perjalanan dari Mataram menuju Pantai Gondang bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam, dengan kecepatan mobil rata-rata 60 km/jam. Sepanjang jalan, agan bisa melihat pemandangan indah sawah-sawah milik petani yang sebagian sedang dipanen. Lalu, Anda dapat melihat monyet-monyet kecil saat memasuki Puncak Pusuk. Di sana hawa sejuk mulai terasa dan banyak monyet-monyet kecil berbaris di sisi jalan. Mereka menunggu wisatawan yang melemparkan makanan kecil.







INDAHNYA INDONESIA: NDAHNYA RAJA AMPAT




 INDAHNYA INDONESIA: NDAHNYA RAJA AMPAT

 

 

Kepulauan Raja Ampat merupakan sekelompok pulau yang terletak di sebelah barat bagian Kepala Burung Pulau Papua. Raja ampat yang menurut mitos masyarakat setempat berasal dari kata “Empat Raja” ini terdiri dari gugusan pulau-pulau besar dan kecil. Dan hanya terdapat empat pulau besar disana, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Misool. Kepulauan Raja Ampat dikelilingi oleh laut yang di dalamnya bermukim beragam jenis flora dan fauna laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 jenis ikan, serta 700 jenis moluska. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari kumpulan terumbu karang dan biota laut terbanyak dan terlengkap di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, sekitar 75% spesies laut di seluruh dunia tinggal di pulau ini. Keragaman biota lautnya ini bak menjadi hiasan bagi laut Raja Ampat, sehingga membuatnya terlihat sangat menakjubkan.

Sementara di atas pulau-pulaunya, terdapat rangkaian batu kapur berwarna-warni, pegunungan, hutan tropis yang lebat, pantai berpasir putih, spesies tumbuhan langka, dan aneka ragam kehidupan satwanya. Elemen-elemen ini pun ikut andil dalam menyusun rangkaian keindahan alam Raja Ampat, sehingga membuatnya semakin terlihat megah mempesona.


Sementara, tempat-tempat yang katanya sangat menarik untuk dikunjungi disana, diantaranya adalah:
  1. Pulau Wayag
  2. Saya ingin mengunjungi pulau ini karena katanya disini terdapat pulau karang yang diatasnya ditumbuhi pepohonan yang rimbun, sehingga saat melihat dari atas kapal, laut terlihat berwarna kehijauan. Air laut yang jernih membuat kita dapat melihat biota laut secara langsung.
  3. Pulau Waiwo
  4. Nah, di pulau ini katanya kita bisa berenang, menyelam, atau hanya sekedar melakukan snorkeling untuk melihat keindahan biota lautnya di dalam air yang jernih. Ikan-ikan kecil dengan beraneka macam warna tampil menggemaskan untuk disentuh. Kita diperbolehkan menyentuh ikan tetapi terdapat larangan untuk menangkapnya. Disamping lautnya yang indah, pulau ini juga penuh dengan pepohonan rimbun yang menyejukkan mata.
  5. Pulau Karang
  6. Di pulau ini, katanya kita akan melakukan aktivitas mendaki gunung. Kita akan melewati jalan yang curam, bahkan sampai kemiringan 90 derajat, sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai puncaknya. Dari ketinggian puncak Pulau Karang, kita dapat melihat keseluruhan pulau-pulau hijau yang diselingi birunya air laut.
  7. Kepulauan Gam
  8. Disini katanya kita dapat menikmati keindahan fauna khas Papua, yaitu burung cendrawasih. Ada 4 jenis burung cendrawasih yang ada disini, yaitu cendrawasih merah, cendrawasih besar, cendrawasih kecil, dan cendrawasih belah rotan. Atraksi burung cendrawasih menari dapat dinikmati disini. Dari dalam rumah-rumah kayu yang disediakan khusus, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana burung cendrawasih jantan memperlihatkan bulu-bulu cantiknya agar dapat menarik perhatian cendrawasih betina.
  9. Pulau Arborek
  10. Nah, di desa Arborek yang terletak di Pulau Arborek ini, kita bisa membeli cindera mata. Berbagai oleh-oleh dari daun pandan hutan telah dikreasikan oleh masyarakat setempat menjadi kayafyof (topi), noken (tas) besar, noken untuk ponsel, dan hasil kreasi lainnya.
    Kearifan lokal Raja Ampat
    Wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat kabarnya tidak hanya di suguhkan oleh keindahan bawah lautnya saja, namun juga wisata budaya dan kearifan lokalnya yang unik, inilah yang membuat kemegahan Raja Ampat semakin sempurna.
    Sejak dahulu masyarakat kepulauaan Raja Ampat menangkap ikan dengan teknologi tradisional seperti:
    • Kalawai atau penikam
    • Membuat kerambah dari kayu, yang dibuat melingkar atau memanjang, dengan berliku-liku dan dirancang seperti tempat yang senang di datangi oleh ikan-ikan. Sehingga ketika ikan telah berada di dalam kerambah pada saat air pasang, ikan-ikan tersebut tidak dapat keluar ketika air surut. Kemudian ikan-ikan ini ditangkap oleh para nelayan dengan serok atau tangguk yang dibuat dari jaring/ jala yang telah di jahit.
    • Molo atau menyelam dengan alat senapan yang dirancang kusus untuk menembak ikan yang dibuat dari kayu dan kawat sebagai penikam yang dapat dilontarkan dari senapan. Para pemolo ini di lengkapi dengan kaca molo atau kaca selam untuk melindungi mata.
    • Bacigi, yaitu memancing dengan kail tanpa umpan. Hal ini dilakukan pada ikan yang berkumpul dalam jumlah besar dan padat mulai dari pertengahan laut sampai di permukaan kulit air sehingga mudah di kait dengan kail kosong.
    • Menangkap ikan pada malam hari hanya menggunakan lampu gas (petromaks), untuk mengajak ikan dalam jumlah besar ke tepi pantai lalu di timba dengan serok atau tangguk yang dibuat dari jala atau jaring.
    • Menangkap ikan menggunakan perahu dayung dan alat pancing seperti tali pancing atau nelon, kail dan timah sebagai pemberat untuk memancing ikan di dasar laut.
    • Dengan cara tunda untuk jenis ikan tuna/cakalang dan tengiri, yaitu dengan menggunakan umpan dari tali rafia yang di haluskan dan dipasang di kail.
    Cara-cara di atas merupakan bagian dari kearifan lokal, sebab cara penangkapannya sangat ramah lingkungan dan tidak merusak laut.
    Kebudayaan lokal Raja Ampat
    Dunia mungkin sudah mengetahui keindahan Raja Ampat, namun sedikit sekali yang tahu bagaimana masyarakat setempat menjaga pesona tersebut. Bukan dengan alat modern, tetapi kebudayaan.
    Bagi masyarakat kepulauan Raja Ampat, laut adalah jantung kehidupan. Kenapa disebut jantung kehidupan? Karena masyarakat Kepulauan Raja Ampat mayoritas memanfaatkan laut sebagai mata pencaharian atau tempat untuk menghidupi kehidupannya, meskipun ada juga yang berkebun dan berburu. Menurut mereka laut dan hutan adalah sandaran kehidupan. Kesadaran pentingnya air dan tanah itulah yang mendorong warga menciptakan sistem budaya untuk menjaga dan melestarikan alam di sekelilingnya. Sistem budaya itu bernama “Sasi” dan “Rajaha”.
    Budaya Sasi dikenal sebagai suatu aturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan bersama yang kemudian dinasar dan dibuat larangan yang berlaku terhadap seluruh penduduk kampung selama jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Setelah batas waktu yang di tentukan selesai barulah di buat musyawarah bersama untuk memutuskan apakah hasil laut yang tadinya telah di sasi boleh di panen atau di tangkap oleh masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar populasi jenis ikan, kerang, udang dan teripang dapat berkembang biak dengan jumlah yang besar sehingga tetap terjaga dan tidak punah.

Proses Terbentuknya Berbagai Batuan

 Hasil gambar untuk proses terbentuknya batu akik

 Proses Terbentuknya Berbagai Batuan 

Norman Brown (1887 -1956). Ahli petrologi Kanada menemukan bahwa oksida lapisan mineral mengkristal terlebih dahulu karena memiliki titik lebur tertinggi. Kristal-kristal yang terbemtuk sesudahnya merupakan hasil interaksi antara kristal awal dan cairan yang tersisa yang memiliki susunan kimia yang berbeda. Hal ini ditemukan setelah ia mempelajari bagaimana silikat cair mengkristal seiring dengan penurunan suhu (mendingin), meneliti leburan silikat yang diperkirakan sama dengan magma alam. 
Contoh : 
§ Kristal-kristal monoklinik menyerupai jarum yang berasal dari unsur belerang, terbentuk pada suhu 90⁰c.
§ Granit Haytor mendingin selama lebih dari satu juta tahun sehingga lebar kristalnya mencapai 5 cm ( 2 inc)
§ Obsidian (Gelas lahar). Obsidian adalah gelas alami yang terbuat dari magma yang mendingin terlalu cepat sehingga tidak dapat membentuk kristal. Ketika magma tersembur sebagai lahar, tidak ada kesempatan bagi atomnya untuk menyusun diri secara teratur.
§ Felsit . kristal besar felsit dari kuarsa dan feldsfar terbentuk selama proses pendinginan yang berlangsung lambat (sebelum erupsi), sementara kristal kecilnya terbentuk melalui proses pendinginan yang berlangsung cepat saat erupsi. 
Obsidian, felsit, dan granit adalah batuan yang terbentuk dari magma dengan susunan unsur kimia yang tidak jauh berbeda. Satu-satunya perbedaan hanyalah pada kecepatan proses pendinginannya. Diantara ketiga batuan tersebut granit atau yang dikenal dengan batuan batolit yang paling lama proses pendinginannya. 
Pelapukan maksudnya pelapukan batuan menyebabkan terbentuknya batuan sedimen. Bagaimana terbentuknya batuan sedimen? 
Batuan sedimen terbentuk berawal dari pelapukan batuan. Batu-batuan termasuk lahar dan granit bersentuhan langsung dengan udara dan air. Air meresap diantara butiran mineral dan bereaksi dengan batu sehingga lama kelamaan hancur (lapuk). Bagian batu yang hancur (lapuk) berpindah ketempat lain terbawa oleh aliran air hujan atau diterbangkan oleh angin lallu diendapkan dan membentuk lapisan sedimen, kemudian terkubur lagi oleh beberapa lapisan. Lapisan ini juga mengandung unsur-unsur organik seperti sisa tumbuhan dan hewan yang mati. Lama kelamaan lapisan sedimen menjadi keras dan padat. Air tanah tersaring oleh lapisan sedimen meninggalkan mineral-mineral yang merekatkan butiran sedimen menjadi satu, sehingga lapisan sedimen berubah menjadi batuan, yaitu batuan sedimen. Batuan sedimen yang paling tua umurnya berada pada lapisan yang paling bawah.
Contoh batuan sedimen: 
- Batu pasir terbentuk dari butiran-butiran pasir yang saling mengikat dan menyatu karena mineral-mineral perekat.
- Batu lumpur
- Batu kapur
- Konglomerat. 
Sedimen yang banyak mengandung batuan kerikil dan biasanya dengan beberapa pasir yang mengisi sela-selanya, disebut konglomerat. Pada mulanya sedimen telah menjadi kerikil di dasar sungai, kemudian terbawa arus air selama banjir dan menggumpal bersama pasir. 

Panas dan tekanan 

Maksudnya panas dan tekanan dapat merubah susunan atau struktur batuan dari batuan asal menjadi batuan lain atau disebut batuan metamorf. 
Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan struktur batuan. Batuan metamorf merupakan batuan yang berasal dari batuan magma, batuan sedimen atau metamorf lainnya. Hampir semua proses perubahan struktur batuan atau metamorftisme terjadi jauh didalam pegunungan baru tempat batuan terlipat dan tertekan di bawah batuan lain. Walaupun batu itu sebenarnya tidak meleleh teksturnya terlihat baru, terbuat dari jenis kristal metamorf yang berbeda tanpa tanda-tanda adanya kesamaan dengan mineral asalnya. 
Sebagian proses pembentukan merupakan reaksi terhadap tekanan, sebagian lagi merupakan reaksi terhadap panas. Proses perubahan struktur batuan atau metamorfisme memakan waktu yang sangat lama, batu terkubur terlebih dahulu pada kedalaman metamorfisme dapat berlangung dan kemudian baru berlangsung prose rekristalisasi. Akhirnya batuan metamorf muncul kepermukaan bumi , tetapi hanya setelah pegunungan terkikis. Proses pengukuran dan perubahan sedimen menjadi batuan metamorf ini berlangsung selama 60 juta tahun. 
Contoh batuan metamorf karena reaksi panas. Batu kapur yang terbuat dari kalsium karbonat terkristalisasi kembali membentuk batu pualam putih akibat suhu yang tinggi. 
Contoh batuan metamorf karena proses reaksi tekanan.
Proses metamorfisme dapat mengubah batu lumpur yang tidak terbentuk mejadi batu kristal mengkilat. Lumpur yang terdapat di laut dangkal terbawa kelapisan yang lebih dalam selama pembentukan gunung. Tanda-tanda awal proses metamorfisme adalah timbulnya kristal mika. Tekanan dapat menggabungkan kristal mika dan menghasilkan batu tulis. Filit terkristalisasi lagi secara lebih kuat sehingga kristal mikanya lebih besar dan dapat terlihat sebagai cahaya redup pada permukaan batuan. Endapan yang lebih dalam di pegunungan menghasilkan batu tulis berkristal mika lebih besar dan butiran kianit yang proses kristalisasinya juga terjadi karena panas. 

Reaksi panas dan tekanan 

Batu lumpur dapat menghasilkan kristal-kristal mineral kiastolit ketika bergabung dengan magma , batu keras yang dihasilkan disebut silikat batu. Metamorfisme yang lebih kuat pada kedalaman dan suhu yang lebih tinggi menghasilkan kristal-kristal garnet (batu akik). Proses metamorfisme kuat lain yang memanaskan batu sampai hampir meleleh menghasilkan migmatil atau batu campur.

sejarah : SEJARAH GUNUNG KRAKATAU HINGGA MUNCULNYA ANAK KRAKATAU



SEJARAH GUNUNG KRAKATAU HINGGA MUNCULNYA ANAK KRAKATAU

Sejarah Meletusnya Gunung Krakatau
Krakatau dahulu merupakan kepulauan berupa pegunungan vulkanik aktif yang berada di selat sunda, antara pulau sumatera dan pulau jawa. Gunung Krakatau sudah ada sejak zaman purba dan pernah terjadi letusan. Berdasarkan situs wikipedia, catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
” Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera “
Berdasarkan catatan teks jawa kuno tersebut, ketinggian krakatau purba diperkiraan setinggi 2000 m. Wikipedia pun mencatat bahwa letusan krakatau purba ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.
Letusan gunung krakatau purba yang terjadi pada ratusan ribu tahun lalu tersebut, menghancurkan dan menenggelamkan 2/3 bagian krakatau purba. Akibat letusan tersebut, menyisakan 3 pulau, yaitu Pulau Rakata, Pulang Panjang, dan Pulau Sertung. Pertumbuhan lava yang terjadi didalam kaldera rakata membentuk 2 pulau vulkanik baru, yaitu Danan dan Perbuatan.
Pada tanggal 27 Agustus 1883, terjadi letusan mahadahsyat (skala VEI/Volcano Eruption Index = 6.0) yang menghancurkan 60% tubuh krakatau di bagian tengah sehingga terbentuk lubang kaldera sepanjang 7 km dan menyisakan 3 pulau kecil, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Letusan krakatau tersebut dapat terdengar hingga 4600 km. Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencapai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru. Dampak dari letusan gunung krakatau adalah tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang dan menimbulkan tsunami. Aktivitas gunung krakatau dimulai sejak tiga bulan sebelumnya. “Terjadilah letusan yang amat dahsyat…gumpalan abu menyembur ke udara setinggi 70 kilometer, dibarengi dengan tsunami. Ombak setinggi 40 meter menyapu habis pantai sebelah Sumatra dan Jawa di kawasan selat Sunda.
Sejarah Perkembangan Anak Krakatau


Pada tahun 1927, kurang lebih sekitar 43 tahun setelah gunung krakatau meletus, muncul gunung api dari kaldera purba yang masih aktif. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki. Ketinggian anak krakatau saat ini adalah 450 meter. Namun untuk para wisatawan, sejak letusan gunung anak krakatau tahun 2011, para wisatawan tidak dapat pergi ke puncak anak krakatau. Saat ini, para wisatawan hanya dapat mendaki gunung anak krakatau sampai ketinggian sekitar 200 meter / pos terakhir.

Suksesi Alam di Anak Krakatau
Proses kolonisasi jenis tumbuhan dan satwa di Pulau Rakata, Panjang, dan Sertung sudah berjalan cukup lama. Sedangkan untuk di anak krakatau sendiri baru berlangsung pada beberapa puluh tahun kemudian (sekitar 75 tahun kemudian). Di pulau anak krakatau, punggung gunung anak krakatau tidak ada tumbuhan yang hidup karena suhu yang tinggi dan kekurangan air. Namun di daerah tersebut dapat dijumpai tumbuhan pioner seperti gelagah (Saccharum spontaneum) yang bersimbiosis dengan Azospirillum lippoferrum. Pada bagian bawah yang telah ditumbuhi gelagah terjadi proses pelapukan pasir disekitarnya yang kemudian tumbuh jenis Melastoma affine dan tumbuhan jenis lainnya.
Berdasarkan catatan yang ada, saat ini terdapat beberapa jenis tumbuhan seperti terdapat 206 fungi, 13 jenis lichenes, 61 jenis paku-pakuan, dan 257 jenis spermatophyta. Untuk hewan tercatat ada tikus dan kalong untuk mamalia dan 40 jenis unggas / burung / aves, seperti Centropus bengalensis, Falco severus, Plegadis sp. Hewan reptilia terdapat biawak, penyu, dan ular.
Anak Krakatau, Destinasi Wisata Yang Patut Dikunjungi
Anak krakatau mulai menjadi primadona bagi para wisatawan domestik, khususnya wisatawan asal Jabodetabek, Banten, dan Lampung. Anak krakatau mulai banyak dilirik karena lokasinya yang tidak begitu jauh dan menawarkan pemandangan yang tidak kalah menarik dibanding Bromo dan Semeru.  Banyak wisatawan yang ingin menjejakkan kakinya untuk melihat lebih dekat anak krakatau, dan mengenal serta menggali informasi dari badan vulkanologi setempat mengenai sejarah krakatau dan perkembangan anak krakatau. Wisatawan biasanya akan mengunjungi beberapa destinasi di pulau-pulau sekitar dekat anak krakatau dan wisatawan dapat menginap (homestay) di pulau Sebesi. Perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Anak Krakatau ditempuh sekitar 90-120 menit perjalanan menggunakan kapal.
Saat kapal anda berlabuh di pulau anak krakatau, anda akan melihat pasir pantai yang berwarna hitam. Kemungkinan besar, pasir tersebut merupakan pasir erupsi krakatau. Tidak jauh dari area berlabuh kapal, terdapat tugu cagar alam krakatau dan beberapa rambu dan pengenalan mengenai krakatau.
Perhatikan dengan seksama rambu-rambu peringatan dan larangan yang ada selama anda berkunjung di kawasan world heritage ini. Setiap wisatawan diwajibkan mematuhi setiap peraturan yang berlaku dan menjaga kebersihan kawasan serta tidak membawa dan merusak lingkungan kawasan.
Perlu diketahui bahwa dikawasan ini tidak ada sinyal selain indosat dan hanya berada di dekat pos pertama (pondok) Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Lampung. Air bersih pun tidak ada. Bila anda ingin buang air kecil dan buang air besar, anda harus mengambil air laut terlebih dahulu untuk digunakan di kamar mandi ala kadarnya yang berada di belakang pondok KSDA Lampung atau menggunakan cara lama dengan menggali lubang dan menutupnya segera setelah selesai. Untuk minum pun, petugas jaga KSDA Lampung, membawa air bersih dan minum yang di stok selama seminggu. Apabila air tersebut kurang, petugas biasanya akan mengambil air bersih dari pulau terdekat seperti mata air Pulau Sertung atau Pulau Sebesi.
Pada anak krakatau, terdapat alat pemantau aktivitas gunung berapi ini. Di kawasan ini, alat pendeteksi tersebut menggunakan tenaga solar cell untuk mengirimkan informasi ke Badan Vulkanologi Lampung dan Pusat. Bila terjadi peningkatan aktivitas gunung anak krakatau, alat pendeteksi ini akan langsung mengirimkan sinyal tersebut. Solar cell yang digunakan ada dua unit dengan dua buah aki yang ditanam didalam tanah.
Sayangnya, wisatawan sudah tidak dapat mendaki sampai puncak anak krakatau sejak tahun 2011 karena aktivitas gunung anak krakatau. Ketinggian gunung anak krakatau saat ini sekitar 450 meter sejak kemunculannya pada tahun 1927, atau dengan kata lain estimasi pertumbuhan tinggi anak krakatau sekitar 5-6 meter per tahun. Gunung anak krakatau akan tumbuh setiap tahun karena masih aktif dan adanya aktivitas lava di dalam gunung api ini.

Para wisatawan hanya akan dapat mendaki gunung anak krakatau sampai ketinggian sekitar 200 meter yang dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit sampai pos terakhir pendakian. Saat ada pengunjung, biasanya akan didamping petugas dari KSDA Lampung yang ditugaskan selama seminggu secara bergantian di Kawasan Anak Krakatau.
Dari pos terakhir anak krakatau, anda akan melihat gunung rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Pemandangan dari pos terakhir ini pun sangat memanjakan mata. Saat berkunjung, janganlah lupa untuk mengambil beberapa gambar sebagai kenangan selama berada di kawasan world heritage ini.
 Selamat berlibur di kawasan gunung anak krakatau dan menjejakkan kaki di kawasan akan sejarah letusannya yang mendunia ini